LN Konosuba vol.6

 KONOSUBA VOL.6

Prologue

Hari itu.

Setelah terbangun, aku tidak berencana untuk keluar dari kasur yang empuk, tapi menepuk tanganku sebagai gantinya.

Ini untuk memanggil kepala pelayan di depan pintu.

Seseorang yang muncul adalah pria tua dengan rambut putih dan mengenakan pakaian kepala pelayan.

“Apa ada yang bisa kulakukan untukmu, tuan Kazuma.”

Aku berkata kepada pria tua yang membungkuk dengan dalam kepadaku 

itu.

“Bisakah kau menyiapkan kopi segar untukku, Sebastian?”

“Aku Heidel.”

“Terima kasih, Heidel.”

Setelah meminta kopi dari kepala pelayan Heidel, aku berbaring di kasurku lagi.

Pelayan Mary akan datang dan mengganti spreinya nanti.

Bagaimanapun, aku tidak bisa membiarkan dia mengganti spreinya dengan mudah.

Aku telah menghalangi pelayan itu menyelesaikan pekerjaannya dengan berbagai cara.

Ini cara untuk memperlakukan pelayan, yang diajarkan kepadaku oleh crusader itu.

Akhirnya, ada ketukan di pintu itu.

Lihat, dia datang.

Pelayan pribadiku, Mary…



Chapter 1

Aku belakangan ini telah banyak menjelajah, jadi mansion yang sangat aku

rindukan telah berdebu.

Duduk bersila di tengah-tengah karpet yang lembut, aku mengingat

kembali tentang kejadian yang terjadi beberapa hari lalu.

–Tanah suci dari arch wizard, tempat yang menghasilkan banyak penyihir

hebat, desa penyihir merah.

Dari tempat itu datang surat yang menjelaskan kata terakhir itu dan melaporkan serangan dari pasukan raja iblis, yang terkirim ke tangan seorang gadis.

Meskipun dia tahu dia tidak akan banyak membantu meskipun dia pergi sendirian, gadis itu masih tetap membulatkan pikirannya untuk kembali ke desa.

Mengetahui itu dia tidak akan bisa mengunjungi kota ini lagi, gadis itu mengungkapkan perasaan yang tersembunyi di dalam hatinya kepadaku,

memintaku untuk menjadi satu bersama dengannya sebelum dia mati.

Aku menolak keputusannya, dan meninggalkan gadis yang sedih itu di

belakang dan melanjutkan perjalanan.

Benar, untuk mengalahkan pasukan raja iblis sebelum gadis itu muncul…

Banyak hal terjadi setelah itu, tapi pemimpin pasukan raja iblis itu telah mati karena aksiku, dan kedamaian kembali ke desa penyihir merah.


Bagaimanapun—

“… Kazuma daritadi menyeringai sendiri dengan menjijikan. Sekarang musim semi, mau bagaimana lagi kalau dia menjadi bodoh.”

Setelah kami kembali ke Axel, kami melanjutkan kehidupan kami yang damai.

Darkness, Megumin, dan Aqua yang mengatakan sesuatu yang

merendahkanku sedang duduk harmonis di sofa di ruang tamu, bergantian

memainkan game console portable yang kami bawa dari desa penyihir

merah.

Kembali dengan kesadaranku, aku berbalik ke mereka bertiga dan berkata

dengan wajah yang serius.

“Aku ingin adik perempuan.”

–Setelah mendengar perkataanku, ruangannya menjadi hening.

Dan lalu…

“Hey Darkness, kita harus bergantian kan? Aku selanjutnya? Aku akan

membunuh bos terakhirnya.”

“Tidak tunggu, bukankah Aqua dan Megumin mengalahkan bos di dunia

nyata? Setidaknya biarkan aku menyelesaikan game-nya.”

“Tidak, sebagai orang dari penyihir merah, kita tidak akan mundur karena

hal serangan akhir itu. Dan bos terakhir pasti lawan yang kuat. Jika kita

membiarkan Darkness yang kikuk melakukannya, kita akan perlu mencoba

beberapa kali lagi sebelum membunuhnya.”

Mereka bertiga tampaknya mengabaikanku selagi mereka bertengkar di

sana untuk memainkan game itu.

“Dengarkan aku ahhhhhh!”

“Waahhhhh! Hentikan, kita ingin menyelesaikan game-nya! Semua orang

menghabiskan banyak waktu untuk sampa ke stage ini!”

Aku merebut game itu dan terus bermain selagi menghindari Aqua yang

mencoba mengambilnya lagi…

“Nih, aku mengalahkan bos-nya tanpa terluka! Apa kau senang

sekarang?!”

“Tidak sama sekali, kenapa kau merebutnya di bagian yang sangat

penting!! Bagaimana kau menebus usaha kami semua untuk sampai ke

stage ini?! Kami menghabiskan tiga hari untuk sampai ke sini!”

“Diam, berikan game-nya padaku lagi. Ini akan membutuhkan 3 jam

untukku bangkit di tempat yang sama tanpa luka.”

“Hentikan, tidak! Jangan injak-injak usaha kami!”

Aqua merebut console-nya kembali dengan menangis.

“Aku pikir penampilanmu di desa penyihir merah tidaklah buruk, tapi di

dalam hatiku, kau masih bajingan! Apa mengejek usaha kami membuatmu

senang?! Megumin, katakanlah sesuatu!!”

Saat Megumin mendengar perkataan Darkness yang bersemangat, dia

menjawab:

“… Eh, yah, itu hanya satu-satunya pengecualian dari dia jadi sayang

sekali. Di desa penyihir merah atau saat lalu, Kazuma dapat diandalkan

sampai akhir. Apa yang terjadi barusan sepertinya salah kita, kan?”

“Eh?!” x2

Aqua dan Darkness berteriak kaget, melihat bolak-balik ke arahku dan

Megumin.

“Tunggu, Megumin, ada apa? Kau biasanya yang duluan menerkam Kazuma.

Apa yang terjadi dengan orang yang paling ganas di Axel?”

“Yeah, Megumin yang terlihat seakan-akan dia paling berpotensi untuk

menjadi ‘berseker’ tingkat atas dibanding yang lain, tidak mungkin dia

menjadi sangat penurut. Hey Kazuma, apa yang sebenarnya terjadi di desa

penyihir merah?”

“Kalian berdua terlalu kasar! Aku adalah arch wizard yang dikenal dengan

kedewasaan dan ketenangan! … Jadi Kazuma, ada apa denganmu

mengatakan itu tiba-tiba? Jika kau ingin adik, daripada berdiskusi dengan

kami, kau harusnya bertanya ke orang tuamu kan?”

“Aku sudah memberitahu orang tuaku berkali-kali bahwa aku ingin adik

perempuan. Dan itu harus adik perempuan yang tidak punya hubungan

darah denganku, jad mereka perlu untuk cepat bercerai dan menikah

dengan seseorang yang memiliki putri. Itulah pertama kali aku dihajar oleh

orang tuaku.”

“Mereka pasti orang tua yang luar biasa untuk tidak menuntut anaknya

yang mengatakan sesuatu seperti itu.”

“Orang tuaku bukanlah masalah! Lagipula aku tidak bisa kembali ke

negaraku, jadi itu percuma. Hal yang terpenting adalah–!”

Melangkah dengan berlebihan, aku membalikkan kepalaku untuk melihat

mereka bertiga yang tidak mau ikut campur.

“Wiz tipe kakak penyembuh hati, Chris gadis yang aktif, Sena tipe kakak

yang dingin, dan Yunyun tipe yang tidak beruntung! Bahkan ada ortodoks

heroine utama Eris-sama— Aku telah bertemu banyak macam kecantikan!”

“Kazuma-san Kazuma-san, bagaimana denganku? Tipe cantik macam apa

aku?”

“Kau tipe pelengkap atau tipe hewan peliharaan. Hey hey, ini bagian yang

sangat penting, tinggalkan itu semua untuk nanti!”

Aku menggoyangkan Aqua yang menerkamku dan mengepalkan tanganku:

“… Aku menyadari sesuatu yang penting. Ini belum selesai. Di negara

tempatku lahir, Jepang, aku juga punya beberapa teman masa kecil… jadi,

kau mengerti apa lagi yang kurang kan?”

Megumin mendesah dengan dalam, seakan-akan dia mengerti perkataanku.

“… Kau sungguh tidak berguna. Jadi apa yang kau katakan itu, kau ingin 

aku mengisi posisi sebagai adikmu?”

“Apa yang kau katakan? Megumin, kau tipe loli.”

“Eh?!”

Darkness mengangkat tangannya dengan malu di samping Megumin yang 

entah mengapa terkejut.

“Erm, tipe cantik apa aku…”

“Kau yang mengisi bagian kemesuman.”

“Cabul?!”

Mengabaikan Darkness dan Megumin yang terlihat terkejut oleh sesuatu, 

aku menyatakan kesimpulanku.

“Kau lihat, saat kita pergi dari desa penyihir merah, bukankah Megumin 

punya adik perempuan? Aku mengingat saat lalu bahwa aku harus punya 

adik perempuan juga… kalian semua tahu apa yang aku katakan?”

“Tidak sama sekali.”

Seseorang yang menjawab adalah Aqua yang dengan patuh 

mendengarkan sampai akhir.

–Ada alasan yang tepat kenapa aku mengatakan semua ini sekarang.

Itu adalah…











Komentar